×

ENSIA 2026, Gubernur Koster: Pembangunan Bali Harus Harmonis dengan Alam

Jumat, 11 September 2026 pukul 12.02 (6 jam yang lalu) | Oleh tjsl

Gubernur Koster menegaskan pembangunan Bali harus berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan manusia, lingkungan, energi bersih, dan pengelolaan sampah.

BADUNG — Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pembangunan Bali harus berjalan harmonis dengan alam. Prinsip tersebut menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan untuk menjaga Bali bagi generasi mendatang.

Hal itu disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri puncak penganugerahan Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis (10/9/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, serta Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna.

Gubernur Koster mengapresiasi penyelenggaraan ENSIA 2026 oleh SUCOFINDO. Menurutnya, penghargaan tersebut mendorong lahirnya inovasi di bidang lingkungan dan sosial.

Semangat tersebut sejalan dengan arah pembangunan Bali yang menempatkan kelestarian lingkungan sebagai salah satu fondasi utama.

Nangun Sat Kerthi Loka Bali Jadi Landasan

Koster menjelaskan, komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan diwujudkan melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Visi tersebut menempatkan keharmonisan lingkungan dan kehidupan sebagai bagian penting pembangunan Bali.

Menurut Koster, pembangunan tidak hanya diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan kehidupan sehat bagi manusia.

Kehidupan yang harmonis juga harus memberikan ruang bagi seluruh makhluk hidup.

Prinsip tersebut diperkuat melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun. Haluan tersebut mengamanatkan pembangunan Bali berjalan berkelanjutan.

Pembangunan juga harus menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dan alam.

“Tidak boleh hidup sendiri, lalu mematikan yang lain. Hidup yang menghidupi, urip yang menguripi. Hidup harus harmonis dengan alam. Itulah ajaran leluhur kami dan menjadi konsep teknokratis pembangunan agar Bali terjaga dengan baik untuk masa depan generasi penerus,” ujar Koster.

Bali Percepat Transisi Menuju Energi Bersih

Komitmen terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui kebijakan energi bersih. Kebijakan tersebut diatur melalui berbagai peraturan daerah dan peraturan gubernur.

Salah satu program prioritasnya adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Koster mengatakan pengembangan PLTS telah didorong sejak 2019. Program tersebut menjadi bagian dari transformasi Bali menuju penggunaan energi bersih.

Pengembangan PLTS di Bali juga mendapat dukungan Pemerintah Pusat.

Bali diharapkan memperoleh pasokan listrik sebesar 1.000 MW dari pengembangan PLTS. Kapasitas tersebut menjadi bagian dari program nasional pengembangan PLTS sebesar 100 GWp.

Pengembangan energi bersih tidak hanya diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat.

Kebijakan tersebut juga diharapkan memperkuat ekosistem pariwisata Bali. Energi bersih menjadi bagian penting dalam membangun pariwisata yang berkualitas dan berkelas.

Pemilahan Sampah Denpasar-Badung Capai 80–90 Persen

Selain energi bersih, Koster menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam memperkuat penanganan sampah.

Menurutnya, berbagai upaya yang dilakukan bersama Kementerian Lingkungan Hidup telah menunjukkan perkembangan positif.

“Khusus untuk kawasan Denpasar dan Badung, tingkat pemilahan sampah telah mencapai 80 hingga 90 persen. Hal ini berdampak pada beban TPA Suwung yang makin menurun,” tambahnya.

Upaya pemilahan dari sumber menjadi bagian penting dalam mengurangi beban tempat pemrosesan akhir.

Kebijakan tersebut sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

Pemerintah Dorong Tanggung Jawab Pelaku Usaha

Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat turut mengapresiasi penyelenggaraan ENSIA 2026.

Menurutnya, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas lingkungan. Salah satunya dengan memperkuat tanggung jawab pelaku usaha terhadap sampah yang dihasilkan.

Perhatian juga diarahkan pada produk makanan dengan kemasan plastik. Produk tersebut dinilai memberikan kontribusi cukup besar terhadap timbulan sampah.

Karena itu, inovasi dan tanggung jawab pelaku usaha menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

ENSIA Dorong Inovasi Lingkungan dan Sosial

Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna menjelaskan ENSIA merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan PT SUCOFINDO bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup.

Penghargaan tersebut diberikan kepada pelaku usaha dan local hero atas inovasi nyata di bidang lingkungan dan sosial.

ENSIA bertujuan mendorong inovasi berkelanjutan yang selaras dengan aspek sosial, ekonomi, dan ekologi.

Antusiasme pelaku usaha terhadap ENSIA 2026 juga meningkat. Panitia menerima 954 makalah inovasi dari 253 perusahaan.

Selain itu, sebanyak 48 calon local hero inspiratif turut diseleksi dalam penyelenggaraan tahun ini.

Pada ENSIA 2026, penghargaan Best of the Best Participant diraih PT Smelting.

Empat peserta terbaik lainnya yakni PT PLN Nusantara Power UP Rembang, PT TIMAH Tbk Divisi Pengolahan dan Peleburan Kundur, PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu, serta PT ANTAM Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat.

Penyelenggaraan ENSIA 2026 memperkuat pesan bahwa inovasi lingkungan dan sosial perlu menjadi bagian dari pembangunan.

Bagi Bali, prinsip tersebut sejalan dengan upaya membangun daerah tanpa mengorbankan keseimbangan alam.

Pembangunan berkelanjutan diharapkan mampu menjaga kualitas lingkungan sekaligus memastikan Bali tetap menjadi ruang kehidupan yang harmonis bagi generasi mendatang.