×

Jajaki Peluang Kerjasama Antar Wilayah, Bappenas Bersinergi Dengan Bappeda Bali Laksanakan Diskusi Transformasi Pariwisata Bali

Kamis, 27 Agustus 2026 pukul 19.52 (17 jam yang lalu) | Oleh tjsl

DENPASAR - Isu Bali sudah over tourism tidak sepenuhnya benar, karena berdasarkan data kepadatan kunjungan hanya terjadi di bagian Bali wilayah selatan saja, khususnya di Kuta, Legian dan Canggu sedangkan di wilayah lainnya kunjungan masih belum merata. Hal itu disampaikan Kepala Bappeda Provinsi Bali, Dr. I Wayan Wiasthana Ika Putra saat menjadi narasumber dalam Forum Diskusi Transformasi Pariwisata Bali dan Peluang Integrasi Antar Wilayah dengan Wilayah Indonesia Timur yang dilaksanakan Bappenas bertempat di Ruang Cempaka Bappeda Provinsi Bali, Rabu, 26 Agustus 2026.  

Menurutnya hal ini terjadi dikarenakan wilayah selatan sudah didukung oleh infrastruktur yang memadai. “Guna menjawab isu ketidakmerataan tadi pembangunan provinsi Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali mengupayakan untuk menyeimbangkan pembangunan antar wilayah dan membangun pariwisata berkualitas,” jelasnya. Pembangunan yang dimaksud melalui transformasi ekonomi sesuai dengan tematik wilayahnya.   

Kontribusi PDRB dari sektor tersier, termasuk di dalamnya pariwisata, menyumbang sebesar 68,33%. Pemerintah Bali berupaya menyeimbangkan antar sektor antar wilayah salah satunya dengan pariwisata yang berkualitas. “Mengatasi over tourism di selatan ini akan dibuat pariwisata yang berkualitas. Dan tentunya akan menjadi sedikit lebih mahal, sehingga yang datang juga wisatawan yang berkualitas,” ungkapnya.  

Ika Putra menambahkan, terkait dengan kerjasama antarwilayah, Bali sudah menjalin kerjasama regional NTB NTT yang mana penandatanganan kerjasama sudah dilakukan di Labuan Bajo pada April yang lalu. Salah satu program yang sudah berjalan saat ini adalah terkait dengan tenaga kerja pariwisata yang mana anak-anak Nusa Tenggara belajar di Bali terkait pariwisata. Kemudian setelah lulus kembali ke daerahnya untuk membangun dan menjadi tenaga kerja di Labuan Bajo dan sekitarnya. 

Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas, Ika Retna Wulandary mengatakan, pariwisata merupakan salah satu sektor strategis dalam pembangunan nasional yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, serta pemerataan pembangunan antarwilayah. Sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam RPJPN Tahun 2025-2045 dan RPJMN Tahun 2025-2029, pengembangan pariwisata diarahkan pada peningkatan kualitas dan daya saing destinasi, penguatan konektivitas dan integrasi antardestinasi, serta perluasan manfaat pembangunan pariwisata secara lebih merata dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, Kawasan Timur Indonesia memiliki potensi destinasi pariwisata yang beragam dan berdaya tarik tinggi, namun pengembangannya masih menghadapi tantangan dalam membangun keterhubungan antardestinasi dan memperkuat pergerakan wisatawan. 

Bali sebagai salah satu destinasi utama Indonesia merupakan pintu masuk wisatawan mancanegara, memiliki posisi strategis untuk mendorong keterhubungan dengan destinasi unggulan di Kawasan Timur Indonesia. Atas dasar itu, Direktorat Pembangunan Indonesia Timur, Kementerian PPN/Bappenas sedang menyusun Kajian Pengembangan Koridor Pariwisata Bali-Kawasan Timur Indonesia melalui Wakatobi sebagai salah satu upaya untuk merumuskan arah dan rekomendasi kebijakan pengembangan koridor pariwisata yang terintegrasi.

Pada kesempatan itu juga hadir sebagai narasumber Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata, Kementerian Pariwisata, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan Fakultas Pariwisata Univ Udayana, Wakil Ketua Destinasi ASITA Bali, dan Tenaga Ahli Pariwisata Bappenas. Dan secara daring hadir Kasubdit Angkutan Udara Niaga Berjadwal, Direktorat Angkutan Udara, Kementerian Perhubungan, Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara.